Selasa, 21 Mei 2013

Makalah Parasitologi ” Ascaris lumbricoides”



KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji dan syukur bagi Allah swt yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw dan untuk para keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi beliau. Terima kasih kepada keluarga, ibu guru, dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.
Dalam makalah ini, kami membahas tentang ” Ascaris Lumbricoides” yang kami buat berdasarkan  refrensi yang kami ambil dari berbagai sumber, diantaranya buku dan internet. Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari. Kami berharap bisa dimafaatkan semaksimal dan sebaik mugkin.
Tidak gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Makassar, 14 Mei 2013

                                                                                             Arini Prasiska



BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Infeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di
negara berkembang termasuk Indonesia. Dikatakan pula bahwa masyarakat
pedesaan atau daerah perkotaan yang sangat padat dan kumuh merupakan sasaran
yang mudah terkena infeksi cacing
            Di era globalisasi seperti saat ini suatu negara dituntut untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain. Khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia, ini adalah kesempatan untuk mengejar ketinggalan agar tidak tersisihkan dari persaingan global. Karena hal tersebut pemerintah wajib untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, faktor yang sangat menentukan kemajuan suatu negara adalah faktor kesehatan masyarakatnya.
Namun masih banyak hambatan untuk menyehatkan masyarakat salah satunya adalah masih tingginya kasus penyakit infeksi seperti penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing terutama yang ditularkan melalui tanah. Hal ini disebabkan oleh iklim tropis dan kelembaban udara yang tinggi serta kondisi sanitasi yang buruk dan beberapa kebiasaan yang berhubungan dengan kebudayan masyarakat.
I.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu mengetahui jenis parasit Ascaris Lumbricoides
BAB II
PEMBAHASAN

Di dalam makalah ini saya memilih  parasit  Ascaris Lumbricoides, Ascariasis Lumbricoides adalah salah satu jenis cacing gelang yang mampu berkembang biak didalam tubuh manusia, berukuran besar seperti halnya cacing pita, namun dapat berkembang biak lebih pesat di dalam usus besar.
Mengapa saya memilih organisme ini ?
            Saya memilih organisme ini karena agar  kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan bisa meningkat.
Apa yang disebabkan oleh organisme tersebut?
            Cacing Ascaris lumbricoides atau lebih dikenal dengan sebutan cacing gelang hidup pada rongga usus manusia dan penyakit yang disebabkan oleh cacing ini disebut askariasis.
Senyawa yang dihasilkan
Cacing Ascaris lumbricoides menghasilkan telur , Stadium telur spesies ini berbentuk bulat oval dan ukurannya berkisar antara 45 – 75 mikron x 35 – 50 mikron. Telur Ascaris lumbricoides sangat khas dengan susunan dinding telurnya yang relatif tebal dengan bagian luar yang berbenjol-benjol. Telur cacing ini sering ditemukan dalam 2 bentuk, yaitu telur fertile (dibuahi) dan telur yang infertile (tidak dibuahi). Telur fertil yang belum berkembang biasanya tidak memiliki rongga udara, tetapi yang telah mengalami perkembangan akan didapatkan rongga udara. Pada telur fertile yang telah mengalami pematangan kadangkala mengalami pengelupasan dinding telur yang paling luar sehingga penampakan telurny tidak lagi berbenjol-benjol kasar melainkan tampak halus. Telur yang telah mengalami pengelupasan pada lapisan albuminoidnya tersebut sering dikatakan telah mengalami proses dekortikasi.
Pada telur ini lapisan hialin menjadi lapisan yang paling luar.
Telur infertil; bentuknya lebih lonjong, ukuran lebih besar, berisi protoplasma yang mati sehingga tampak lebih transparan.
Pada stadium dewasa, cacing spesies ini dapat dibedakan jenis kelaminnya. Biasanya jenis betina memiliki ukuran yang relatif lebih besar dibandingkan jantan. Pada bagian kepala (anterior) terdapat 3 buah bibir yang memiliki sensor papillae, satu pada mediodorsal dan 2 buah pada ventrolateral. Diantara 3 bibir tersebut terdapat bucal cavity yang berbentuk trianguler dan berfungsi sebagai mulut. Jenis kelamin jantan memiliki ukuran panjang berkisar antara 10 – 30 cm sedangkan diameternya antara 2 – 4 mm. Pada bagian posterior ekornya melingkar ke arah ventral dan memiliki 2 buah spikula. Sedangkan jenis kelamin betina panjang badannya berkisar antara 20 – 35 cm dengan diameter tubuh antara 3 – 6 mm. Bagian ekornya relatif lurus dan runcing.
Bagaimana cara organisme itu masuk ke inang dan dimanat tempatnya?
Manusia merupakan satu-satunya hospes definitif Ascaris lumbricoides,
jika tertelan telur yang infektif, maka didalam usus halus bagian atas telur  itu akan pecah  dan melepaskan larva infektif dan menembus dinding usus masuk kedalam vena porta hati yang kemudian bersama dengan aliran darah menuju ke
jantung kanan dan selanjutnya melalui arteri pulmonalis ke paru-paru dengan masa migrasi berlangsung selama sekitar 15 hari.
            Pada tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapatmengandung telur askariasis yang telah dibuahi. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari.bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur Ascaris dan tidakmencuci tangannya, kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur Ascaris.Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akanmenembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistemperedaran, yakni hati, jantung dan kemudian di paru-paru.
Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus masuk ke bronkiolus, bronkus, trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. Setibanya di usus, larvaakan menjadi cacing dewasa.Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnyaakan keluar kembali bersama tinja. Siklus pun akan terulang kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya.
Maka bila makanan atau minuman yang mengandung telur ascaris infektif masuk kedalam tubuh maka siklus hidup cacing akan berlanjut sehingga larva itu berubah menjadi cacing. Jadi larva cacing ascaris hanya dapat menginfeksi tubuh melalui makanan yang tidak dimasak ataupun melalui kontak langsung dengan kulit.
Ascaris lumbricoides menempati usus halus dan mempunyai hobby memakan sari makanan yang ada di sekitar usus tersebut sehingga tubuhnya gembul bisa mencapai 20 - 40 cm

                                 

                                Gambar 1. Siklus
Ascaris lumbricoides masuk ke inangnya

Resiko Terhadap Inangnya
            Resiko Infeksi usus yang berat bisa menyebabkan kram perut dan kadang penyumbatan usus. Penyerapan zat makanan yang buruk bisa terjadi akibat banyaknya cacing di dalam usus. Cacing dewasa kadang menyumbat usus buntu, saluran empedu atau saluran pankreas.
            Gejala atau tanda terinfeksi cacing Perut / Ascaris lumbricoides /Cacing gelang yaitu
·         perut terasa tidak enak
·         lesu
·         tidak napsu makan
·         muka pucat
·         mual
·         badan kurus
·         perut buncit
·         Fesesnya encer, kadang bercampur lendir dan darah
·         cacing tampak keluar dalam feses
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi cacing usus, antara lain :
  1. Jagalah kebersihan pribadi, makanan dan lingkungan dengan baik.
  2. Mencuci tangan dengan bersih terutama sebelum makan dan setelah buang air besar.
  3. Menggunting kuku dan hindari kebiasaan menggigit kuku.
  4. Cuci sayur dengan bersih dan masak daging hingga benar-benar matang.
  5. Sediakan fasilitas jamban yang memadai, jangan buang air besar sembarangan.
  6. Sebaiknya anak-anak diberi obat cacing setiap 6 bulan sekali.
Pengobatan

Obat yang digunakan pada penyakit askariasis adalah:
·        Tiabendazol
·        Heksilresorsinol
·        Hedrazan
·        Pirantelpamoat
·        Mebendazol
·        Albendazol
·        Levamisol
Pengobatan ini harus memenuhi syarat, yaitu mudah diterima masyarakat, efek samping rendah, aturan pemakaian rendah, harganya murah, dan bersifat polivalensif.




BAB III
 PENUTUP
III.1 Kesimpulan
               Kesimpulan dari makalah ini yaitu , Ascariasis Lumbricoides  adalah salah satu jenis cacing gelang yang mampu berkembang biak didalam tubuh manusia, berukuran besar seperti halnya cacing pita, namun dapat berkembang biak lebih pesat didalam usus besar.
III.2 Saran
               Saran saya sebaiknya setiap mahasiswa tidak hanya membuat makalah begitu saja tapi membaca dan dimengerti.                                                                                                                       




DAFTAR PUSTAKA
 
Brown HW, 1983. Dasar Parasitologi Klinis. Gramedia. Jakarta

Haryanti E, 1993. Helmitologi Kedokteran, http://bio_blogspot.com. Diakses pada tanggal  5 Mei  2013, hari Minggu, pukul 21.30 WITA, Makassar.

Soedarto, 1995. Helmintologi Kedokteran. Edisi ke 2. EGC. Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar